Di dunia kini, CO2 telah diubah menjadi suatu monster yang harus dilawan semua orang... Itulah monster yang merubah iklim kita... mengakibatkan es di kutub mencair dan merubah pola cuaca diseluruh dunia... Begitulah kita semua dibuat percaya oleh media massa... dan semua orang mulai ikut-ikutan...
Namun coba pikir lagi, apakah benar CO2 begitu buruknya? Bukankah CO2 gas yang tidak berbahaya yang dibutuhkan sebagai bahan dasar yang diserap daun pepohonan dan diubah menjadi struktur molekul baru melalui proses fotosintesa, untuk pertumbuhan pohon-pohon yang menghijaukan planet kita ini?
Saya teringat masa muda ketika bekerja di pertanian bunga (rumah kaca) dimana blower peniup mirip mesin jet dipakai membakar minyak tanah... yang selain untuk menghangatkan pada musim dingin, tujuannya adalah untuk meniup lebih banyak CO2 ke dalam rumah kaca sehingga tanaman tumbuh lebih cepat. Jadi CO2 tidaklah begitu buruk... ketika dalam konsentrasi tinggi ternyata dapat membuat tanaman dan pepohonan tumbuh lebih cepat.
Jika Anda meneliti lebih lanjut perihal CO2 Anda akan temukan banyak kontroversi tentang tuduhan bahwa dia yang menyebabkan pemanasan planet ini. Al Gore melalui film dokumenternya yang hebat secara sempurna telah menarik perhatian masyarakat kepada pemanasan global, tapi menurut hemat saya menyalahkan sepenuhnya pemanasan sebagai akibat naiknya tingkat CO2 adalah titik lemah dari keseluruhan sebuah film dokumenter yang sebenarnya sangat bagus. Ada pihak lain yang juga telah membuat dokumenter untuk membuktikan bahwa suhu global bukannya naik gara-gara CO2 namun justru sebaliknya; bahwa tingkat CO2 naik akibat pemanasan global yang disebabkan aktivitas matahari yang berubah. CO2 tersimpan dalam lautan, dan ketika suhu air laut meningkat, gas CO2 nya terlepaskan... begitulah argumentasi oposisi...
Jadi bisa dirangkumkan banyak kisah yang menceritakan pandangan bertentangan... namun masing-masing tampak benar... jadi kita hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa kita baru tahu sangat sedikit mengenai masalah ini... dan menurut saya itulah kenyataannya melihat semua fakta ini.
ITU BUKAN BERARTI KITA BOLEH TERUS MELAKUKAN YANG SUDAH MENJADI KEBIASAAN KITA!
Berdebat soal pemanasan global adalah seperti sekawanan pemadam kebakaran yang berdiri dihadapan sebuah gedung pencakar langit yang sedang terbakar. Mereka berdebat apa penyebab kebakaran... dan seluruh media massa dunia meliput wajah-wajah mereka dan juga melaporkan kata-kata mereka di suratkabar, tanpa menghiraukan kenyataan bahwa api semakin menjalar kemana-mana dan akhirnya mengakibatkan runtuhnya gedung itu.
Kita tidak perlu berdebat soal apa yang menyebabkan pemanasan global. Kita hanya perlu mulai menyadari:
1) Bahwa kita berada dalam krisis energi yang dahsyat,
2) Bahwa sebagian besar penduduk dunia masih buta energi sehingga mengakibatkan krisis itu semakin besar,
3) Bahwa merusak keanekaragaman hayati dan menggantikannya dengan satu jenis tanaman saja adalah buruk bagi ekosistem dan tanahnya,
4) Bahwa menghirup udara yang tercemar tidaklah baik bagi kesehatan kita,
5) Bahwa membeli semakin banyak produk yang umurnya semakin pendek tidak membuat kita bahagia.
Jadi apakah yang kita perlu lakukan:
1) Dalam sebuah krisis kita perlu membuat sebuah neraca energi, yang mana setelah itu kita menyadari kita sama sekali tidak berada dalam krisis energi! Kita memang berada dalam krisis energi kalau kita terus mengandalkan bahan bakar fosil yang tersisa tinggal 42 ZJ, tapi kalau kita mulai menggunakan cahaya matahari yang kita akan terima 550.000 ZJ selama 100 tahun mendatang ini dan panas bumi sebanyak 10.000 ZJ yang mana keduanya dapat dikonversikan menjadi bentuk energi terbersih... listrik dengan emisi nol... maka kita tentu bisa melihat kita sama sekali tidak berada dalam krisis energi.
2) Terapkan Standar Joule sehingga menciptakan transparansi dalam dunia energi; dan dengan demikian menghapus Buta Energi
3) Menanam kembali lahan yang telah dirusak untuk biofuel dan pembakaran liar...
4) Sehingga hutan-hutan baru ini dapat bertumbuh cepat karena konsentrasi CO2 yang tinggi, dan mengeluarkan udara bersih untuk pernafasan kita.
5) Lalu membuat produk-produk yang dapat awet bertahan selama beberapa generasi dan dapat didaur ulang menurut konsep Cradle-to-Cradle bukannya konsep Cradle-to-Grave yang dijalankan dunia kini. Bayangkan sebuah mainan sederhana yang anak Anda bisa pakai sekarang untuk bermain, yang dulunya adalah mainan kakek atau neneknya pada umur yang sama... itulah bentuk kebahagiaan yang sempurna...
Jadi berhentilah berdebat apa penyebab pemanasan global... kerjakanlah upaya membongkar kebiasaan-kebiasaan burnivora Anda, dan jalankanlah gaya hidup elektrivora, serta mulailah hanya membeli produk-produk yang (walau harganya agak lebih mahal) dapat awet bertahan sampai anak-cucu dan dibuat berdasarkan konsep Cradle-to-Cradle.
Sukses!