Visits:
  Artikel
Watt Watt Watt Penipu Masyarakatt


Thursday 20 Mar 2008 12:25pm
 

Karena sekarang lagi banyak diperdebatkan masalah rencana kenaikan harga listrik dan banyak masyarakat merasakan rekening listrik makin mahal; makin banyak produsen peralatan listrik mengambil kesempatan untuk memasarkan keunggulan produk mereka dengan menyatakan wattnya kecil..


Tetapi watt kecil tidak mutlak membuat konsumsi energi listrik (energi adalah yang anda bayar; bukan watt) menjadi kecil.
Faktor yang menentukan jumlah listrik terpakai terkait dengan profil pemakain listrik dalam waktu. Untuk konsumen awam itu sulit dicernah karena harus mempunya pendidikan engineer dan mencari banyak informasi detail mengenai satu alat sebelum bisa menentukan pemakain energi alat tersebut.
karena itu seharusnya diwajibkan semua produsen alat listrik mencantumkan pemakaian energi dalam Joule per jam, hari atau bulan. Informasi berapa Joule per ditik (Watt) satu alat pakai sangat tidak cukup untuk menjelaskan berapa energi terpakai.


Contoh (assumsi dua kulkas ukuran, kwalitas suhu dan design semua sama):


kulkas 1 (ukuran 200 liter konsumsi kompressor 70 W)


kulkas 2 (ukuran 200 liter konsumsi kompressor 100 W)


Pertanyaan: Kulkas mana yang lebih irit listrik?


Jawaban: Informasi tidak cukup untuk menyimpulkan yang mana yang paling irit.


Pertanyaan: Mengapa bisa begitu?


Jawaban: Karena Watt adalah informasi mengenai hanya satu ditik dan kulkas dan banyak peralatan lain tidak hidup terus menerus; atau punya profil pemakain listrik berbeda-beda dalam waktu.


Misalnya:


Kita asumsikan kulkas 1 yang 70W menyala 3.000 detik per jam, berarti kulkas itu mengkonsumsi 70J/s x 3000s/h x 24h = 5.040.000 Joule per hari ( = 5 MJ per hari).


Kita asumsikan kulkas 2 yang 100W menyala 1.000 detik per jam, berarti kulkas itu mengkonsumsi 100J/s x 1000s/h x 24h = 2.400.000 Joule per hari ( = 2.4 MJ per hari).


Siapa menyanka bahwa kulkas yang 100 Watt lebih dari 50% lebih irit daripada kulkas yang 70 Watt.


Makanya jangan ketipu oleh Watt dan mintalah informasi dalam Joule...karena jumlah Joule adalah energi yang anda bayar setiap bulan. 


(Maurice Adema)

 

 
   
Ada 8 komentar mengenai artikel ini
 
 
 
 

Komentar 1 Oleh: susan

Friday 21 Mar 2008 9:21pm

Saya rasa ideas dan ilmu pengetahui dari artikel2 diatas sangat BAGUS ,perlu kita pelajari dan harus kita ketahui untuk kita, teman2 kita terdekat dan semua masyarakat luas bukan hanya di indonesia saja tapi seluruh negara yang selama ini kita dibodohi dan tidak tahu menahu mengenai perihal : Watt-Joule.

Dengan memperkenalkan atau adanya informations mengenai Joule ke masyarakat luas jadi kita bisa lebih mudah untuk mengkalkulasi dan mengetahuinya. Terutama sebelum kita membeli alat electronic seperti kulkas, TV alat2 electronick lainnya dan mengunakan listrik dirumah sehari2. Jadi kita bisa lebih tahu dan jelas sebelum membeli dan mengunakannya. Dan ini sangat membantu saya dan masyarakat luas lagi mengingatkan kita, betapa pentingnya artikel2 ini untuk meyadararkan kita semua akan krisis energy yg berperan lasung pada kehidupan kita sehari2 untuk MENYADARI kita dari kebutaan ENERGY.

Yang hanya saya tahu dari kecil sampai skg hanya Watt. Tetapi disini sebenarnya JOULE lebih mempunyai peranan penting dan mudah untuk dijelaskan dalam perhitungan karena joule dari dulu sampai skg yg bisa memberikan informasi dan mudah untuk mengkalkulasi dalam perhitungannya.

Saya menyarankan kalau kita juga mengajari anak2 kita, adik2 kita yg masih kecil2 dan yg masih duduk dibangku sekolah bagus untuk mereka semua juga agar mereka tidak buta dengan Energy seperti kita dulu. Ini bagus untuk ilmu pengetahui mereka semua jadi kita dan masyarakat luas sadar akan betapa pentingnya artikel2 ini yang sudah dilakukan oleh PT.Sundaya dan www.kajul.org. untuk dibaca dan untuk di edarkan lasung pada masyarakat luas. Jadi kebiasaan2 dan pemahaman tentang pengunaan sumber daya dimasyarakat perlu koreksi dengan pendekatan yang berkelanjutan sebelum semakin jauh.



susan (Indonesia business centre)
 
 
 

Komentar 2 Oleh: haris

Wednesday 21 May 2008 9:51am

saya rasa semua yang ada d www.kajul.org pt.sundaya.semuanya benar loh.setelah saya lihat pengetahuan di kajul saya jdi lbih tau tntang apa itu watt,energi yang sebenarnya.saya waktu kecil tau waat aj ga, tau maknanya,sekarang saya tau ap itu watt yang sesungguhnya.alangkah bagusnya kajul di sebarluaskan k masyarakat di seluruh dunia terutama kepada siswa sekolah yang bru duduk di sekolah dasar.sukses kajul.org
 
 
 

Komentar 3 Oleh: somat

Thursday 15 Oct 2009 7:33pm

Trus maksudnya menyala 1000 detik perjam itu gmna, apanya?? kl misal nyala 3000 detik perjam kan sama aja bang ... binun ak g pernah masuk skul dulu heheh
 
 
 

Komentar 4 Oleh: Sarjono Alibazah

Friday 16 Oct 2009 10:45am

Bang Somat Yth,

Yang dimaksud "menyala" itu saat kompresor sistem pendinginnya sedang bekerja. Lemari es bekerjanya pakai thermostat yang memantau suhu ruangan pendingin, bila sudah tercapai suhu yang diinginkan, otomatis dia akan memerintahkan kompresornya untuk berhenti sejenak, istirahat. Bila suhu di dalam memanas lagi, dia akan perintahkan kompresor untuk kembali bekerja ("menyala").

Jadi kalau bicara kompresor, kita akan lihat dia ada siklus nyala-mati, nyala-mati, begitu seterusnya tiap hari (contoh kedua lemari es di atas tentunya dibandingkannya saat lemari es tidak sedang di jam sibuk-sibuknya, dimana semua anggota keluarga bergantian buka-tutup pintunya mengakses makanan/minuman).

Nah, kalau kompresornya bekerja 3000 detik dalam sejam, berarti masa-masa istirahatnya total hanya 600 detik. Sebagai konsumen Anda akan bisa mendengarkan suara kompresor itu bekerja hampir terus-terusan, bagaikan mesin yang kerja keras.

Sedangkan kompresor lemari es yang satunya hanya bekerja cukup 1000 detik dalam sejam, berarti istirahatnya panjang, 2600 detik (mungkin karena insulasi ruang pendinginnya lebih bagus, tidak ada dingin/panas yang bocor). Jadi hasil akhirnya, lemari es yang 100W ini bisa saja lebih hemat energi dari yang 70W.

Ini tentunya setelah dipantau selama minimal sejam oleh suatu lembaga yang di pihak konsumen, seperti YLKI, staf ahli hypermarket, komunitas konsumen yang peduli, atau redaksi majalah yang memuat laporan barang-barang konsumen di pasaran (eh, majalah seperti ini belum ada ya?). Sebenarnya siapa saja bisa melakukan pengamatan membanding-bandingkan kinerja lemari es dari merek-merek yang beredar di pasaran (cara menghitung dengan stopwatch selama sejam, saat-saat kompresor bekerja, gampang kan? kemudian tinggal diperhitungkan konsumsi energinya sesuai formula di atas).
 
 
 

Komentar 5 Oleh: Fadli

Monday 19 Oct 2009 1:55pm

Pada tanggal 18 Oktober 2009 kemaren saya membeli kulkas merk Sharp. Sebenarnya rencana awal akan membeli yang merk Toshiba karena di buku petunjuk komsumsi listriknya lebih kecil yaitu 27 watt. Berhubung stok habis akhirnya saya membeli sharp. Tapi ketika sampai di rumah saya baru tahu bahwa kulkas sharp tersebut konsumsinya listriknya sangat besar yaitu 74 watt. Kira-kira apakah saya telah salah dalam membeli kulkas? dan apakah Kulkas Sharp memang boros listrik? Selain itu kulkasnya sering berbunyi seperti ada air yang mengalir. Apakah itu bunyi dari kompresor yg sedang bekerja? Mohon jawaban yg sedetail mungkin karna saya benar-benar pusing karena merasa telah salah dalam membeli kulkas.
Atas jawabannya saya sampaikan terima kasih.
 
 
 

Komentar 6 Oleh: Sarjono Alibazah

Tuesday 20 Oct 2009 10:53am

Seperti yang diulaskan dalam blog di atas, 27W atau 74W bukan menunjukkan konsumsi Energi.

Anda perlu menghitung berapa lama kompresor kulkas tersebut bekerja dan istirahat dalam satu jam. Lalu hasilnya total berapa detik bekerja dikalikan 74, sehingga Anda mendapatkan total angka konsumsi energinya dalam Joule.

Misalnya, Anda hitung dengan stopwatch, rata-rata dalam sejam kompresor kulkas itu bekerja 1500 detik, selebihnya dia istirahat. Berarti konsumsi energinya adalah 1500 x 74 = 111.000 Joule, atau 111kJ. Dalam sehari non-stop, bila pintu kulkasnya tidak sering dibuka-tutup, akan mengkonsumsi 111 x 24 = 2664kJ atau 2,664MJ per harinya.

Kami bukan ahli lemari es, tapi menurut kami suara yang Anda dengar itu kalau tidak salah adalah suara gas pendingin yang mengalir di dalam sistem kulkas itu, dan biasaya itu pertanda normal bahwa ia berfungsi baik. Yang Anda perlu pantau itu adalah suara ketika kompresornya bekerja sampai terhenti lagi.

Nah, bila Anda ingin tahu apakah kulkas tsb boros atau tidak, kunjungi seseorang yang mempunyai lemari es yang menurut iklannya lebih hemat energi (mungkin diinfokan angka Wattnya jauh lebih kecil), dan lakukan pengamatan dan perhitungan Joulenya seperti untuk kulkas Anda tadi. Bagaimana hasilnya? Apakah ternyata kulkas itu lebih kecil konsumsi Energinya daripada kulkas Anda? Ataukah malah lebih boros? Ataukah kurang lebih sama saja?

Jadilah konsumen yang bijak. Jangan mengandalkan informasi Wattnya. Tapi carilah tahu angka konsumsi energi sebenarnya.
Seharusnya cara menghitung itu dilakukan oleh produsen atau toko yang menjual kulkasnya, sehingga sebagai konsumen Anda mendapatkan informasi yang benar.
 
 
 

Komentar 7 Oleh: roy

Wednesday 17 Feb 2010 3:00pm

analogi yang anda kemukakan kurang tepat, seharusnya dalam membandingkan sesuatu, tolok ukurnya harus sama..... anda membandingkan 2 kulkas tetapi waktunya berbeda, seolah olah konsumsi daya yang besar ternyata biaya yang kita keluarkan kecil.... hal ini akan lebih membingungkan orang awam lagi.....
padahal konsumsi daya yang besar (watt) berbanding lurus dengan biaya KWH (biaya PLN)
 
 
 

Komentar 8 Oleh: rie

Monday 19 Apr 2010 12:56pm

saya rasa anda sangat menjerumuskan orang lain, menurut saya kulkas seperti seterika jadi pada waktu tertentu aja elemen bekerja, atau dalam kulkas kompresornya bekerja dan kebiasaan memakai kulkas misal penempatan dan buka tutup pintu. di sini yg harus diperhatikan adalah "nyala kompresor dalam 1 hari cari paling sedikit waktunya dalam jam/menit terserah {ini neh yang bingung apa produsen menyantumkan dalam spec} kemudian cari daya watt paling kecil" gitu aja koq repot :D
 
 
   

Tambahkan komentar Anda

Komentar 9

Oleh:
  Email*:
* dibutuhkan, tapi tidak diperlihatkan
   
Ketik kata yang terlihat di sebelah ini

 
Bagaimana Anda sampai mengetahui situs ini?
Search engine   Rekan   Berita/blog   Seminar  Buku/majalah   Iklan   Lain-lain
       

   

Tambahkan blog ini ke Technorati Favorites saya