Coba anda tanyakan kepada tetangga dan teman-teman anda; apakah mereka tahu berapa harga listrik; dan apa satuan listrik yang dijual oleh perusahaan listrik. Pasti anda akan menemukan bahwa kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Bandingkan dengan misalnya besin atau minyak tanah yang anda dan teman-teman anda sering beli.....tanyakan dalam unit apa sumber energi itu dijual dan berapa harganya.....pasti hampir semua mengetahui harga yang tepat dan unit penjualannya dalam liter.
Mengapa hampir semua orang tidak tahu harga listrik dan unitnya?
Alasan utama adalah bahwa dunia listrik aturan unit-unit dan istilah sangat aneh dan tidak masuk logika dan karena itu semua orang mendengar cara hitunganya menjadi takut; bahkan engineer listrik pun sering membuat kesalahan dalam intrepretasi dari unit-unit pengukurnya.
Dalam dunia listrik ada unit Volt, Ampere, VA, kVA, Watt, Hertz dan istilah tegangan....setrum....koslet....dan sebagainya yang membuat kita sangat bingung...apa yang mengakibatkan apa dan unit apa yang terpenting untuk si penguna listrik....
Nah untuk itu Joule muncul....untuk orang awam semua unit yang disebut diatas dapat dilupakan dan seharusnya dibuang jauh-jauh dari pikiran kita dan menggantikan dengan hanya satu unit yaitu Joule.
Kalau itu sudah dilakukan hitungan listrik akan sama mudahnya dengan misalnya bensin, air, dan belanjaan komoditi lain lain; dan semua orang tanpa pendidikan teknis dapat hitung energi dengan gampang.
Contoh 1:
Anda beli lampu dan lampu tersebut memberi informasi sbb: menyala 25 Jam per MJ (Mega-Joule)
Jika anda tahu bahwa 1 MJ harganya misalnya Rp200 anda langsung bisa menyimpulkan bahwa lampu tersebut membutuhkan biaya energi Rp 200 per setiap 25 Jam menyala. Apabila anda membandingkan dengan lampu lain yang menyala hanya 10 Jam per MJ anda gampang menyimpulkan juga bahwa lampu itu 2,5 kali lebih mahal dalam pemakaian.
Contoh 2:
Anda mau beli kulkas dan ada 3 unit yang anda suka dan dari 3 unit tersebut anda mau memilih kulkas yang paling irit biaya listrik:
Kulkas 1: 3 MJ/ hari
kulkas 2: 5,5 MJ/hari
kulkas 3 1,2 MJ/hari
Langsung anda dapat menyimpulkan bahwa kulkas no 3 adalah kulkas yang paling baik untuk dipilih karena hanya membutuhkan biaya 1,2 x Rp 200 = Rp 240 per hari dan Kulkas no 2 membutuhkan 5,5 x Rp 200 = Rp 1.100 per hari.
Kalau anda mempunya informasi yang jelas begini dan cara hitungan yang gampang untuk menghitungkan biaya automatis produsen alat listrik tidak lagi bisa menipu anda dengan informasi Watt yg kabur itu.
Produsen yang memproduksi kulkas yang boros sampai 5,5 MJ per hari akan kehilangan market dan terpaksa harus meningkatkan effisiensi produknya kalau tidak mau kalah bersaign.
Misalnya produsen kulkas no2 memperbaiki isolasinya dan menurunkan pemakaian energi sampai 1 MJ/hari....Waduuuh...produsen kulkas 3 terpaksa harus meningkatkan effisiensi lagi agar tidak kalah bersaign dan dia meningkatkan R&Dnya sampai tekan dibawah 1MJ menjadi 0,8 MJ / hari....
Akhirnya satu saingan sehat terbentuk dan konsumsi energi menjadi satu fitur penting untuk menjual produk yang akan mendorong konsumsi energi makin rendah.
Saingan sehat ini akan menguntungkan masyarakat maka implementasi dari standar Joule ini adalah sangat penting untuk masa depan bangsa.