|
Polinomics ("Polinomics" = Ekonomi yang dipengaruhi politik)
Tak bisa dipungkiri diseluruh dunia sektor energi adalah yang paling dipengaruhi politik, karena mereka yang mengendalikan energi akan memegang kuasa (power). Tidak mengendalikan Energi = Tidak punya kuasa. Dan dengan mengendalikan energi Anda memegang kuasa untuk mengatur seluruh aktivitas ekonomi lainnya di dunia...
Banyak orang masih percaya minyak adalah komoditi yang harganya ditentukan oleh mekasnisme pasar bebas, dan bahwa privatisasi sektor listrik telah membuat harga listrik sampai ke tingkat komersil (tak bersubsidi). Orang-orang yang sama mungkin juga percaya AS masuk Irak untuk menyebarkan demokrasi. Kenyataannya jauh dari itu, lebih kecil dari 5% harga minyak yang dipengaruhi pasar bebas dan sisanya di"setir politik". Karena infrastruktur kelistrikan dan stasiun pembangkit listrik dibayar dari uang pembayar pajak, sebenarnya masih ada bantuan subsidi besar yang tersembunyi dalam setiap tagihan listrik.
Sekedar contoh mengenai subsidi minyak yang tersembunyi:
"total tagihan konsumsi minyak" AS di tahun 2007 mencapai "hanya" sekitar 600 milyar USD. Bandingkan ini dengan 1.200 milyar USD yang dibayar AS tahun 2007 untuk aktivitas militernya yang mana 50% secara langsung dan tidak langsung dipakai untuk mengamankan "arus minyak". Anda akan menyadari seorang pelanggan minyak di AS sebenarnya sudah membayar hampir $200/barrel. Tambahkan lagi pada angka itu berbagai insentif pajak yang diberikan bagi investor dalam usaha berhubungan dengan minyak, dan Anda akan terkejut mengetahui harga "sebenarnya" satu barrel minyak.
Berita terkini: Amerika Serikat beberapa tahun lalu memang menemukan Senjata Pemusnah Masal di Irak, tapi pemerintah terlalu malu untuk mengakuinya, sebab itu bukan yang mereka berharap temukan (ha....ha...ha....katanya). Mereka berharap menemukan jenis lain dari senjata pemusnah masal, bukan minyak !
Sebuah mobil listrik adalah solusi ideal secara teknis, layak, bersih dan terjangkau untuk menggantikan mobil ledakan BBM yang begitu tidak efisien dan sangat mencemari lingkungan. Namun jangan naif berharap bahwa para penguasa dunia akan membiarkan transisi ini terjadi tanpa polinomics. (Lihat film dokumenter "Who killed the Electric Car").
Sebuah sistem listrik energi surya di rumah adalah solusi ideal secara teknis, layak, bersih dan terjangkau dibandingkan perluasan jaringan listrik terpusat yang sangat tidak efisien dan mahal untuk melayani 2 miliar penduduk dunia yang belum bisa menikmati peningkatan kualitas hidup dengan listrik. Namun jangan naif berharap bahwa para elit penguasa negara-negara itu membiarkan ini terjadi tanpa polinomics.
Yang kita bisa perkirakan adalah mereka yang pegang dan mengatur "kuasa sebenarnya" di dunia, kita sebut saja para "Watt", akan mencoba apa saja guna mencegah masyarakat menjadi sadar energi. Para "Watt" juga akan mengajukan solusi teknis yang sifatnya seperti untuk BBM sekarang, misalnya perlu dana besar-besaran untuk mengembangkan, membuat dan menyalurkannya, sehingga hanya bisa disediakan para "Watt" yang memiliki modal sebesar itu. Para "Watt" yang sama, mengendalikan dan memasok pembawa energi murah (karena subsidi) yang kita semua sudah begitu kecanduan, sambil "membakar habis" planet kita lebih cepat lagi (minyak dan batubara memang adalah Senjata Pemusnah Masal).
Para "Watt" tentu ingin tetap menggunakan polinomics power-toolsnya. Mari kita lihat kisah dibelakang power-tools tersebut:
"Kisah lama" bagaimana listrik menjadi power tools politik sebuah negara.
1) Semua tahu listrik membawa peningkatan besar bagi kualitas hidup. Kita bisa menyebut listrik sebagai "penguat (booster)" kualitas hidup.
2) Sebuah pemerintah tentu ingin menyediakan layanan ini ke semua orang agar bisa menikmati perbaikan kualitas hidup melalui "booster" ini. Para tokoh politik yang menjanjikan sambungan secepatnya ke "booster" akan menjadi sangat populer dan mendapat dukungan.
3) Pemerintah menggunakan hasil pungutan pajak untuk membangun stasiun pembangkit listrik beserta jaringannya supaya semua dapat mengakses "booster" ini … sejauh ini tidak ada yang salah!
4) Harga listrik menjadi disubsidi berat, karena pembangunan infrastrukturnya dibiayai dari pemungutan pajak.
5) Akibat subsidi, ongkos bagi konsumen sangat rendah.
6) Karena ongkos rendah, tidak ada "rasa sakit" bila pemakaiannya boros.
7) Karena tidak peduli pemborosan, konsumen tidak memperhatikan konsumsi energi peralatan yang dibelinya (bahkan karena buta energi, mereka tidak tahu cara memilih alat yang efisien energi).
8) Ketika konsumen masa bodoh, produsen juga tidak tergerak meningkatkan efisiensi energi karena toh tidak ada yang memperhatikan hal itu atau tidak ada yang mau membayar ekstra untuk itu.
9) Kemajuan ekonomi menghadirkan semakin banyak peralatan listrik ke rumah tangga, disertai tagihan listrik yang semakin meningkat.
10) Suatu saat karena gejolak ekonomi, terjadi resesi, lalu daya beli yang melemah membuat orang sadar tagihan listriknya akan "menyakitkan".
11) Para tokoh politik yang menganjurkan harga listrik dinaikkan tidak akan terpilih lagi. Mereka yang berjanji mempertahankan harga energi tetap rendah menjadi para pemimpin pilihan masa depan.
12) Begitulah listrik bersubsidi menjadi alat politik yang paling kuat, hanya karena dampaknya begitu besar terhadap kualitas hidup.
"Kisah lama" bagaimana minyak menjadi power-tools politik dan ekonomi global:
1) Listrik dapat dihasilkan di tiap negara menggunakan sumberdaya yang umumnya tersedia lokal, kecuali mungkin teknologi stasiun pembangkitnya. Jadi Listrik alat yang tidak begitu cocok untuk menguasai dunia. Mmm… apa yang kuat lainnya yang bisa kita pakai?
2) Tentu saja… Minyak... murah untuk disedot dan disalurkan lalu kepadatan energinya sangat tinggi... sangat kuat!. Lebih dari 80% total cadangan dunia berada di kurang dari 10 negara. Situasi yang cocok! Negara-negara tersebut butuh teknologi untuk menyedotnya, dan bisa diintimidasi lewat kekuatan militer untuk diatur mengalir ke arah yang diinginkan "para penguasa dunia"... Tapi bagaimana caranya membuat seluruh dunia ketagihan ini?
3) Coba pikir... Apa yang sangat di-idamkan setelah punya rumah nyaman yang tersedia listrik?
4) Ya tentu… "kebebasan bergerak"… Sensasi hebat dari kemewahan, kebebasan and keleluasaan yang Anda rasakan saat masuk mobil atau naik sepeda motor Anda, membuat produk itu jadi sasaran berikutnya setiap keluarga yang sudah nyaman di rumah yang tersedia listrik. Dan untuk menikmati mobilitas ini, Anda harus datang ke SPBU sekian kali per bulan guna mengisi tangki dengan "kebebasan".
5) Namun bagaimana caranya membuat semua orang menerima mobil pembakaran BBM, bukannya mobil listrik yang lebih efisien dan bersih? Bunuh saja pabrik yang menciptakan mobil listrik itu selagi masih tahap awal, ambil alih perusahaannya dan rubah jadi produksi mobil BBM… Bisnis minyak sempat terpukul ketika lampu listrik diperkenalkan, jadi awal 1900 waktunya "pembalasan dan pemulihan kekuasaan". Bunuh mobil listrik dan perkenalkan pembakar BBM untuk memberikan mobilitas bukan dengan listrik, sehingga pengeboran minyak berjalan lagi.
6) Kemudian investasikan keuntungan minyak untuk membuat desain mobil yang semakin "macho", sehingga menjadi produk berstatus yang semua orang ingin bekerja keras untuk mendapatkannya, buatlah masyarakat menjadi buta karena kemilau aksesoriesnya sehingga mereka bahkan tidak pernah lihat angka konsumsi energinya.
7) Tentu pastikan orang tetap buta energi dan punya akses ke BBM, makanan dan mainan murah, supaya mereka terfokus memiliki lebih banyak "mainan" yang membutuhkan lebih banyak lagi listrik dan minyak...
8) Untuk lebih meningkatkan ekonomi, "mainan" yang membutuhkan tenaga buruh dan sumberdaya harus dibuat lebih murah. Jadi produksi "mainan" ini harus di negara-negara yang masih mempunyai biaya hidup rendah, buruh yang murah dan sumberdaya berlimpah. Tapi bagaimana caranya memotivasi orang di negara-negara "outsourcing" tersebut?
9) OK… berikan mereka akses ke listrik, TV dan acara TV, lalu sebut mereka "negara berkembang" untuk menutupi fakta bahwa mereka sebenarnya hanya negara-negara "outsourcing". Tunjukkan mereka betapa indahnya hidup modern berenergi listrik, dan bagaimana mereka bisa mendapatkan secuil dari impian di TV setelah kerja keras beberapa tahun... sejauh ini tidak ada yang salah!
10) Bagaimana bila negara-negara tersebut berkembang secepat para "penguasa dunia"?
11) Mm…ya itu resiko, karena kita semua tahu sumberdaya di planet ini terbatas untuk membuat "mainan-mainan" itu. Dan kalau negara yang membuat "mainan" bisa membelinya sendiri, para "penguasa dunia" bisa berabe.
12) Ide yang sangat bagus! Beri dukungan penuh kepada para presiden korup (atau lebih baik lagi, bantu mereka naik tahta) di semua negara itu sehingga negaranya tidak berkembang secara berkesinambungan. Untuk menutupi itu, sediakan pembiayaannya terselubung sebagai "bantuan dana" untuk membantu rakyat miskin mereka. Pastikan uang yang mereka pinjam (dari pembayar pajak negara "penguasa dunia") untuk membangun stasiun pembangkit listrik lokal tidak bisa terbayar kembali, sehingga mereka selalu berhutang. Banjiri terus negara-negara itu dengan makanan yang mengandung bantuan subsidi, sehingga petaninya tetap miskin dan anak-anak mereka pergi ke kota jadi pekerja murah membuat "mainan" untuk diekspor ke para "penguasa dunia".
13) Bagaimana jika presiden-presiden korup tidak mau patuh instruksi "penguasa dunia"? …ahhh gampang, stop pengaliran dananya, dan rakyat miskin mereka yang sudah terbiasa upah murah dan energi disubsidi (makanan, listrik dan BBM), tidak tahan kenaikan harga bahan pokok dan akan menuntut bahkan membuat kerusuhan menggulingkan presiden mereka. Ha..ha..ha… Anda lihat betapa cepatnya presiden-presiden korup kembali patuh mengikuti kemauan negara-negara "penguasa dunia"... dan menurunkan harga untuk mendukung rakyat miskin, sambil mempertahankan kekuasaan.
14) Bagaimana kalau mereka tidak mau dengar, malah pakai kekerasan militer untuk menekan warganya?
15) Kalau begitu kita jatuhkan embargo ekonomi dan nyatakan bahwa presiden-presiden itu korup dan... mungkin kita gunakan kekuatan militer penguasa dunia untuk menjatuhkan mereka lalu menaruh presiden baru yang mau patuh... tapi hanya kalau negaranya punya kekayaan sumberdaya. Kalau tidak, cari negara yang lain... toh masih banyak.
16) Rencana jitu!… tapi bagaimana kalau kita kehabisan minyak? Kelihatannya produksi minyak dunia sedang memuncak, dan akan membuat harga-harga naik. Model kendali penguasa dunia ini sudah tidak bisa lagi dipakai.
17) Ehhh…..ooops….
18) Bagaimana kalau bio-fuel? Kita bilang pada semua negara berkembang, mereka harus mulai membuat bio-fuel, bagus untuk petani mereka...
19) Ehhh... Ya, tapi itu akan membuat harga makanan melejit... dan lagi-lagi membuat rakyat miskin turun ke jalanan.
20) Ehhh… Woooww… sepertinya kita dalam kesulitan besar… bukannya ada sisa minyak disuatu negara, yang kita kehilangan kendali atas diktatornya yang kita tempatkan disitu beberapa tahun yang lalu? Kita gulingkan orang itu, lalu demokrasikan negaranya...
21) Tapi bagaimana mendapatkan dukungan publik dunia?... Bilang saja kita sedang memerangi teror… Ide yang brilian. Ayo kita lakukan itu!
Saatnya kisah yang baru:
Berhentilah membohongi diri. Cara dunia diatur sekarang tidak bisa diteruskan. Ini mengarah ke kehancuran total, sama seperti yang dialami peradaban-peradaban maju terdahulu. Ini bukan hanya ketidakseimbangan antara kaya-miskin, tapi lingkungan yang tidak lagi bisa menanggulangi segala korupsi dan manipulasi itu. Walau ada atau akan ada, presiden-presiden baik di banyak negara berkembang, mereka tidak bisa memberantas kanker korupsi yang telah berakar dalam sistem politik yang dipasang dan didukung penguasa dunia selama seabad lebih. Butuh dukungan tulus dari para penguasa dunia untuk melakukannya dengan benar. Kita butuh suatu Revolusi Energi. Bakar-bakaran harus berhenti! Secara teknis dan ekonomis itu memungkinkan. Bahkan bisa menjadi penguat aktivitas ekonomi, kalau "pendukung Joule", bukannya "pecinta Watt" yang naik ke pemerintahan. Harga listrik dan bahan bakar harus dikenakan pajak besar supaya naik 30-50% per tahun, dan penghasilan pajak ini harus digunakan untuk membangun ekonomi berdasarkan listrik yang 4-10 kali lebih efisien energi. Burnivora harus menjadi Elektrivora (memakai listrik dari cahaya matahari yang terdistribusi gratis, dan sumberdaya panas bumi yang melimpah). Pemberantasan buta energi harus menjadi prioritas utama diseluruh dunia, untuk memulai revolusi energi, dan mencegah planet kita dari kehancuran total lingkungan, sosial, politik dan finansial.
Kami mengharapkan dukungan Anda semua untuk membuat dunia sadar energi... dan ini bisa dilakukan melalui "Standar Joule".
Demi masa depan kita sendiri dan anak-cucu kita di bumi ini,
Dengan hormat,
Maurice
(Maurice Adema)
|