Mari tempatkan diri kita 300 tahun di masa depan. Saat itu semua kebutuhan energi populasi manusia tentu sudah berdasarkan cahaya matahari yang dikonversi ke listrik untuk menjalankan transportasi dan segala gadget infotainmen. Cahaya matahari dikonversi menjadi makanan untuk menghidupkan tubuh kita, dan cahaya matahari dikonversikan menjadi kayu untuk membersihkan udara kita serta membangun rumah kita. Tidak ada yang bisa membayangkan bahwa dulu pernah pembawa energi seperti listrik, makanan atau kayu dimanfaatkan atau digunakan untuk tujuan yang lain.
Anak cucu kita akan terperanjat dan agak sulit percaya ketika mendengar kisah seram mengenai nenek moyangnya melalui pelajaran sejarah di sekolah. Kisah mengenai bagaimana manusia dulu membakar segala macam bahan untuk menghasilkan energi. Para guru menyebut jaman ini sebagai "Jaman Energi Alternatif" dimana 99,9999% dari penduduk menderita Buta Energi... Masa akhir dari Jaman Energi Alternatif benar-benar saat yang mengenaskan karena terjadi kehancuran lingkungan dan kelangkaan makanan dan air. Masyarakat mulai membakar harta benda miliknya yang terakhir, seperti ban mobil mereka, dan bahkan akhirnya rumah mereka sendiri karena sudah tidak ada lagi yang bisa dibakar. Kelangkaan makanan di akhir Jaman Energi Alternatif mengakibatkan kematian 90% dari populasi disaat kerusuhan merebut sisa makanan dan air terakhir, dan karena penyakit akibat lingkungan yang sudah terlampau cemar.
Anak Anda bertanya... mengapa manusia dulu bisa begitu bodoh? Kan jelas matahari adalah satu-satunya sumber energi yang tidak akan habis, mengapa mereka dulu tidak bisa melihat itu?
Karena Anda juga dilahirkan setelah "Jaman Energi Alternatif" dan tidak begitu menyukai pelajaran sejarah, Anda hanya menjawab... Tidak tahu, nak. Mungkin dulu belum ada internet atau pun search engine!
Selamat malam dan selamat tidur yang nyenyak.
Selamat mimpi yang indah...